Persyaratan Membuat Kartu Keluarga (KK) Baru

Cara dan Persyaratan Membuat Kartu Keluarga

Pernikahan menjadi salah satu momen yang paling sakral di dalam kehidupan umat manusia. Oleh karena kesakralannya tersebut, seringkali prosesi atau upacara pernikahan yang dilangsungkan di tiap daerah berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Namun terlepas dari kemewahan atau kemegahan sebuah perayaan pernikahan, sebagai warga negara yang baik, kita tentu saja tidak boleh melupakan dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan ketika hendak melangsungkan pernikahan. Tidak hanya surat nikah, kartu keluarga juga menjadi dokumen yang perlu untuk diurus setelah menikah. Bagaimanakah cara membuat kartu keluarga tersebut?

Harus diakui bahwa cara membuat kartu keluarga tidak sesulit cara untuk membuat surat nikah. Dokumen yang diperlukan pun tidak sebanyak dokumen sebagai syarat administratif mengurus surat nikah. Dikarenakan kemudahannya itulah, sebaiknya Anda tidak menggunakan jasa untuk mengurus kartu keluarga. Selain untuk menghemat pengeluaran Anda, mengurus keperluan rumah tangga sendiri akan menjadi hal yang baru bagi Anda dan pasangan Anda.

Lalu, bagaimanakah prosedur atau tata cara membuat kartu keluarga? Simak informasinya dalam tulisan di bawah ini.

Meminta Surat Pengantar dari RT/RW

Hampir sama dengan mengurus sejumlah dokumen yang lain, cara membuat Kartu Keluarga yang pertama harus Anda lakukan adalah meminta surat pengantar dari RT Anda. Surat Pengantar ini menerangkan bahwa Anda adalah benar-benar warga dari daerah tersebut dan hendak membuat Kartu Keluarga yang baru. Setelah Anda mendapatkan Surat Pengantar dari RT – yang biasanya dibuatkan oleh Sekretaris RT – langkah selanjutnya adalah mendatangi Ketua RT dan Ketua RW untuk meminta tanda tangan dan stempel pada Surat Pengantar tersebut.

Datang ke kantor kelurahan dan mengisi formulir permohonan

Untuk membuat Kartu Keluarga yang baru, Anda harus datang langsung ke Kelurahan guna mengisi formulir permohonan. Tak lupa, Anda diwajibkan membawa beberapa persyaratan yang ditentukan yakni Surat Pengantar dari RT/RW (yang dimaksud pada poin 1), fotokopi buku nikah, dan Surat Keterangan Pindah (bagi anggota keluarga pendatang). Proses pengisian formulir ini dapat dilakukan oleh Anda sendiri, namun di beberapa tempat, petugas kelurahan seringkali akan mengisikan dokumen ini untuk Anda.

Datang ke kantor kecamatan

Setelah pengisian formulir selesai, Anda diwajibkan membawa formulir permohonan tersebut ke kantor kecamatan dan mengajukan proses penerbitan Kartu Keluarga yang baru. Merujuk pada UU no. 24 tahun 2013 pasal 79A, segala prosedur di dalam membuat dan menerbitkan dokumen kependudukan yang salah satunya adalah kartu keluarga ini tidak dipungut biaya atau gratis.

Begitulah cara membuat kartu keluarga yang tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu mendatangi Ketua RT dan Ketua RW, kantor kelurahan, dan kantor kecamatan di mana Anda tinggal. Kartu keluarga itu sendiri merupakan salah satu dokumen kependudukan yang harus selalu Anda perbarui sesuai dengan kondisi anggota keluarga Anda. Tidak seperti akta kelahiran misalnya, yang hanya perlu diurus sekali dalam seumur hidup, kartu keluarga merupakan dookumen kependudukan yang data-data di dalamnya perlu untuk diperbarui. Misalnya pada kolom pendidikan terakhir, ketika Anda melanjutkan studi dan mendapatkan gelar terbaru, misal gelar Sarjana, maka kolom pendidikan terakhir pada kartu keluarga Anda seharusnya mengalami perubahan yakni Sarjana. Begitu pula jika Anda mengalami penambahan atau pengurangan daftar anggota keluarga.

Memang secara garis besar cara membuat kartu keluarga adalah sama, namun, alasan penggantian atau pembuatan kartu keluarga yang baru membutuhkan syarat administratif yang berbeda pula. Prosedur yang dijelaskan di atas adalah cara membuat kartu keluarga bagi mereka yang baru saja menikah. Apabila di dalam keluarga tersebut terjadi penambahan anggota keluarga karena adanya kelahiran, maka syarat administratif yang dibutuhkan pun bertambah menjadi adanya surat keterangan kelahiran. Surat pengantar dari RT/RW.

Penambahan anggota keluarga tidak hanya bisa terjadi karena adanya kelahiran, melainkan juga karena adanya anggota keluarga yang menumpang. Maka, syarat administratif yang dibutuhkan ialah surat keterangan pindah datang. Jika yang bersangkutan adalah WNI yang datang dari luar negeri, diwajibkan memiliki surat keterangan datang dari luar negeri. Dan jika yang bersangkutan adalah WNA, dibutuhkanlah paspor, izin tinggal tetap, dan surat keterangan catatan kepolisian atau surat tanda lapor diri.

Selain penambahan anggota keluarga, mungkin juga Anda mengurangi daftar anggota keluarga Anda. Mungkin karena meninggal dunia atau karena pindah. Maka, syarat administratif yang diperlukan adalah surat keterangan meninggal dunia (bagi anggota keluarga yang meninggal dunia) atau surat keterangan pindah (bagi anggota keluarga yang pindah).

Anda juga dapat mengganti kartu keluarga yang sudah rusak atau hilang dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian atau kartu keluarga yang rusak, fotokopi dokumen kependudukan salah satu anggota keluarga, dan dokumen keimigrasian bagi WNA.

Dari kesemua syarat tersebut, syarat wajib yang harus Anda miliki untuk mengganti kartu keluarga adalah surat pengantar dari RT/RW dan kartu keluarga yang lama.

Pasangan Baru

1. Formulir Pendafataran KK (F5 01 ) yangdiketahui oleh Kepala Desa
2. Formulir Biodata ( F5 02 ) Anggota Keluarga yang diketahui oleh Kepala Desa
3. Pengantar dari RT/RW dan Kelurahan
4. Photo Copy Surat Nikah
5. Photo Copy Akta Kelahiran
6. Photo Copy Ijazah Pendidikan Terakhir
7. Surat Pindah dari Daerah Asal (Bagi Pendatang )
8. Mengisi Formulir F1.01

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More